Selasa, 16 Januari 2018

ALGORITMA

ALGORITMA


Pengertian algoritma adalah suatu urutan dari beberapa langkah yang logis guna menyelesaikan masalah. Pada saat kita memiliki masalah, maka kita harus dapat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan langkah-langkah yang logis. Contoh dari algoritma sederhana dalam kehidupan nyata adalah pada saat memasak air. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memasak air seperti berikut : siapkan panci, masukkan air secukupnya ke dalam panci, tutup panci tersebut, letakkan panci tersebut di atas kompor, hidupkan kompor dengan api sedang, apabila air sudah mendidih, matikan kompor, setelah itu angkat panci tersebut dari kompor. Langkah-langkah untuk memasak air tersebut merupakan algoritma memasak air. Sehingga memiliki urutan langkah-langkah yang logis.


Merancang Algoritma yang baik.
Menurut Donald E. Knuth, dari pengertian algoritma diatas dapat diketahui bahwa sebuah algoritma yang baik yaitu algoritma yang mempunyai kriteria sebagai berikut : 
  1. Masukan (Input)
  2. Algoritma mempunyai input 0 (nol) atau lebih
  3. Keluaran (Output)
  4. Algoritma harus menghasilkan atau mengeluarkan minimal 1 output.
  5. Terbatas (Finite)
  6. Algoritma harus berhenti setelah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
  7. Pasti (Definite)
  8. Algoritma harus jelas kapan dimulai dan berakhir. Tujuan dari algoritma harus jelas. Setiap langkah-langkah harus dijelaskan dengan jelas.
  9. Efisien
  10. Membuat sebuah algoritma haruslah efisien. Adanya langkah seperti mencari hasil 1 + 0 tidak efisien. Hal ini karena bilangan apapun itu jika ditambah dengan nol maka hasilnya ialah bilangan itu sendiri. Sehingga adanya langkah seperti itu tidak perlu dimasukkan ke dalam sebuah algoritma.


Read more: http://woocara.blogspot.com/2016/02/pengertian-algoritma-contoh-algoritma.html#ixzz54PzXlav9

CERITA RAKYAT- LEGENDA BATU MENANGIS.


LEGENDA BATU MENANGIS

Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya. Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Cerita Rakyat Nusantara "Legenda Batu Menangis"

Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?”

Namun, apa jawaban anak gadis itu ? 
“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !” 
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?” “Bukan, bukan,” jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakk!” 
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.



Repost from = ceritadandongengrakyat.blogspot.co.id



Selasa, 18 Oktober 2016

UNSUR SENI RUPA

UNSUR SENI RUPA.
           Unsur seni rupa adalah unsur-unsur visual yang dapat dilihat wujudnya dan digunakan untuk membentuk karya seni. Secara umum, unsur-unsur seni rupa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu unsur fisik dan unsur nonfisik. Unsur fisikadalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau diraba dalam sebuah karya seni rupa seperti garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna,dan tone (nada gelap terang). Adapun unsur nonfisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni. Dalam menciptakan sebuah karya seni, seorang seniman mengolah unsur-unsur tersebut sesuai dengan keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni. Unsur-unsur seni rupa tersebut umumnya dikelompokkan sebagai berikut.

1. Garis.
            Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, tekstur, dan lainya. Perwujudan karya seni rupa pada umumnya diawali dengan coretan garis sebagai rancanganya. Dalam sebuah karya seni rupa, garis juga dapat digunakan sebagai simbol ekspresi. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu. Garis tebal tegak lurus memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda  akan menghasilkan karakter yang berbeda pula. Garis selalu dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni rupa.
Fungsi garis adalah sebagai berikut:
  •  Untuk memberikan representasi atau citra struktur, bentuk, dan bidang. Garis ini disebut garis kontur yang berfungsi sebagai batas/tepi.
  •  Untuk menekankan nilai ekspresi, seperti nilai gerak/dinamika, nilai irama, dan nilai arah . Garis ini disebut juga garis grafis.
  •  Untuk memberikan kesan mantra (dimensi) dan kesan tekstur. Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur.

 Hasil gambar untuk garis   Hasil gambar untuk garis Hasil gambar untuk garis

2. Raut (Bidang dan Bentuk)
               Raut merupakan tampak, potongan, atau bentuk dari suatu objek. Raut dapat berbentuk dari garis yg mencakup ukuran luas tertentu yang membentuk bidang. Raut dalam pengertian yang luas berarti bidang atau bangun.Walaupun demikian, ada pula yang mencoba membedakan kedua pengertian tersebut dengan menyebutkan bidang untuk menunjuk bentuk yang cenderung pipih atau datar, sedangkan bangun lebih menunjukkan kepada bentuk benda yang memiliki volume (massa).
                Dalam pengertian yang kedua ini , bidang diartikan sebagai unsur seni rupa yang terbentuk dari pertemuan ujung sebuah garis atau perpotongan beberap-a buah garis. Bidang dapat pula ditimbulkan dan dibentuk oleh pulasan warna atau nada gelap terang.
               Bentuk atau Bangun, yaitu unsur yang selalu berkaitan dengan benda, baik benda alami maupun buatan. Bentuk atau bangun benda dapat berupa bangun beraturan seperti; lingkaran, segi empat, segitiga atau tidak beraturan. Selain berupa bangun, benda juga memiliki bentuk plastis. Sebuah kotak kayu memiliki bangun persegi empat, tetapi adanya tekstur dan kesan gelap terang membuat pengamat dapat melihat bentuk plastisnya.

 Hasil gambar untuk raut bidang dan bentuk                 Hasil gambar untuk raut bidang dan bentuk




3. Titik.
               Titik merupakan unsur terkecil dalam seni rupa. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat menjadi pusat perhatian bila berkumpul atau berwarna beda. Titik yang membesar biasa disebut bintik. Unsur titik dalam seni rupa tidak memegang fungsi secara sendirian, melainkan digunakan secara tyerjalin dengan titik titik lainnya. Penggunaan titik akan lebih dominan dan terlihat dalam karya seni lukis dengan teknik pointilis.



Hasil gambar untuk titik dalam seni rupa         Hasil gambar untuk titik dalam seni rupa     Hasil gambar untuk titik dalam seni rupa

4. Ruang.
               Dalam seni rupa, ruang adalah unsur yang memberi keluasan, kesatuan, kedalaman, serta jauh atau dekatnya suatu objek. Unsur ruang merupakan dimensi dari sebuah benda. Ruang dua dimensi hanya menunjukkan ukuran panjan dan lebar, sedangkan ruang tiga dimensi meberikan kesan kedalaman.



 Hasil gambar untuk ruang dalam seni                  Hasil gambar untuk ruang dalam seni



5. Tekstur.
              Tekstur merupakan nilai raba suatu permukaan. Secara visual ada dua macam tekstur, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan permukaan suatu benda. Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja.



     Hasil gambar untuk relief candi       Hasil gambar untuk contoh tekstur nyata        (contoh tekstur nyata)    





Hasil gambar untuk contoh tekstur semu dalam seni rupa              Hasil gambar untuk contoh tekstur semu dalam seni rupa

6. Warna.
              Warna merupakan unsur penting dan paling dominan dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna, orang dapat menggambnarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya. Secara umum, warna dap[at dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu warna primer, warna sekunder dan warna tersier.
  1. Warna primer disebut juga warna pokok atau warna yang belum tercampur oleh warna yang lain atau warna yang membentuk warna lain. Warna primer terdiri atas warna merah, biru, dan kuning.
  2. Warna sekunder adalah pencampuran antara warna primer yang satu dengan warna primer yang lain sehingga menghasilkan warna yang baru. Warna sekunder terdiri atas warna jingga, ungu, dan hijau.
  3. Warna tersier adalah pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder sehingga menghasilkan warna baru. Contoh warna tersier yaitu oranye kemerahan, oranye kekuningan, ungu kebiruan, ungu kemerahan, hijau kekuningan, hijau kebiruan.
 Warna primer.
 Hasil gambar untuk warna primer    

Warna sekunder.


Hasil gambar untuk warna sekunder  

Warna tersier.

7. Gelap-Terang.
                 Gelap-terang merupakan keadaan suatu bidang yang dibedakan dengan warna tua dan muda. Gelap-terang merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh perbedaanbanyak sedikitnya cahaya yang jatuh diatas permukaan suatu benda. Benda yang tertimpa cahaya secara langsung akan terlihat lebih terang dan menimbulkan bayangan pada sisi berlawanan dari arah datangnya cahaya.